Kamis, 02 April 2020

Menurunnya sekotor UMKM dan usaha perikanan akibat wabah virus corona


Pada Bulan Maret 2020 awal, Indonesia memulai perperangan untuk menghadapi pandemi Virus Corona (Virus Covid 19) yang mulai masuk di Indonesia. Tentunya dengan masuknya pertama kali Virus Corona (Virus Covid 19) di Indonesia akan memberikan dampak secara tidak langsung untuk negara Indonesia yang paling terasa adalah dampak dari Perekonomian dari negera Indonesia. Sebagai informasi, Virus Corona (Virus Covid 19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh coronavirus yang paling baru ditemukan. Virus dan penyakit baru ini tidak diketahui sebelum wabah dimulai di Wuhan, Cina, pada bulan Desember 2019 dan masih berlangsung hingga saat ini. Bahkan pada bulan maret WHO mengumumankan bahwa Virus Corona (Virus Covid 19) ini merupakan pandemi global yang harus diselesaikan bersama-sama karena sudah meluas disetiap negara. Pasalnya, virus corona telah menggangu mata rantai produksi industri sehingga perputaran bisnis tak lancar, sementara kewajiban para pengusaha tetap harus berjalan. Wakil Ketua Umum Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang menyebut bukan tidak mungkin pengusaha tidak mampu membayar THR sepenuhnya karena dampak corona atau covid-19 sudah sangat memukul sektor usaha.
Di Indonesia sendiri, seiring dengan WFH juga menunjukkan terjadi peningkatan konsumsi media pada platform seperti Facebook atau Instagram dimana lebih dari 30% mengujungi Facebook dan 36% mengunjung Instagram lebih sering dibandingkan biasanya. Secara dampak diperekonomian Indonesia sendiri, salah satu faktor dari Virus Corona (Virus Covid 19) menyebabkan kurs dollar terhadap rupiah meninggi hingga mencapat 16.000 / $US. Bahkan laporan dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan terjadi penurunan dalam beberapa minggu terkahir. Indeks Harga Saham Gabungan merupakan salah satu indeks pasar saham yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia.
Sektor UMKM, adalah sektor yang paling pertama terdampak wabah COVID-19. Berkaca pada krisis tahun 1998, sektor ini cenderung aman. Namun, sekarang situasinya berbeda. “Sektor UMKM adalah sektor yang juga terpukul. Padahal, selama ini biasanya menjadi safety net. Sekarang mengalami pukulan yang sangat besar, karena adanya restriksi kegiatan ekonomi dan sosial yang memengaruhi kemampuan UMKM, yang biasanya resilient, bisa menghadapi kondisi. Tahun 97-98, justru UMKM masih resilience. Sekarang ini dalam COVID ini, UMKM terpukul paling depan karena ketiadaan kegiatan di luar rumah oleh seluruh masyarakat,” jelasnya.
Di sektor usaha lain Direktur Jenderal Perikanan Budi daya KKP Slamet Soebjakto mengatakan, pandemi Global COVID 19 memang menjadi kekhawatiran banyak pelaku usaha perikanan budi daya. Tetapi, dalam kondisi tersebut Pemerintah akan terus hadir untuk mendampingi para pembudi daya ikan untuk bisa melaksanakan produksi dengan baik.
Salah satu komoditas yang tetap digenjot produksinya di tengah situasi sekarang, adalah udang vaname yang sudah menjadi andalan Indonesia untuk pasar ekspor. Khusus untuk udang, Indonesia sudah menargetkan peningkatan produksi sampai 250% pada 2024 mendatang.
Menurut Slamet, target tersebut bisa tercapai jika produksi udang bisa berjalan dengan normal di seluruh daerah, dalam berbagai situasi dan kondisi. Untuk itu, strategi yang sudah disiapkan agar tercapai target pada 2024, adalah dengan menggenjot produksi udang di hulu.
“Artinya kita perlu optimalisasi lahan tambak yang ada. Daerah-daerah di kawasan pantai selatan Jawa punya potensi besar untuk kita kembangkan menjadi sentral produksi udang. Namun, tentunya kita harus pertimbangkan daya dukung lingkungannya juga,” paparnya.
Tak cukup di situ, agar produksi bisa digenjot sebanyak mungkin, peta jalan untuk lima tahun ke depan juga sudah disiapkan oleh KKP. Peta jalan tersebut berisi strategi untuk menggenjot produksi udang secara nasional.
“Kami akan pastikan bahwa suplai benih dan juga ketersediaan pakan ikan terjamin dengan harga yang terjangkau di masyarakat,” pungkas Slamet.









Referensi:
- https://www.mongabay.co.id/2020/03/30/ini-strategi-lindungi-nelayan-dan-pembudi-daya-ikan-dari-dampak-wabah-covid-19/
- https://www.cnbcindonesia.com/market/20200331091721-17-148640/ini-dampak-mengerikan-covid-19-ke-industri-ri-thr-terancam
- https://www.suarasurabaya.net/ekonomibisnis/2020/dampak-covid-19-terhadap-ekonomi-global-2020/
- https://idcloudhost.com/menelusuri-bagaimana-dampak-virus-corona-covid-19-bagi-perekonomian-indonesia/
- https://www.voaindonesia.com/a/menkeu-dampak-covid-19-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-2020-bisa-minus-0-4-persen/5355838.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar