PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Manusia
merupakan makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang paling sempurna dari makhluk
lainnya. Dengan segala kelebihan yang dimiliki manusia dibanding makhluk
lainnya membuat manusia memiliki kedudukan atau derajat yang lebih tinggi.
Manusia juga disertai akal, pikiran, perasaan sehingga manusia dapat memenuhi
segala keinginannya yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
Manusia
adalah mahluk hidup ciptaan tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang
tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan,
dan mati. Serta terkait serta berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam
sebuah hubungan timbal balik, baik itu positis maupun negatif.
Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya sesuai ketika tindakan-tindakan yang ia ambil dan sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya.
Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya sesuai ketika tindakan-tindakan yang ia ambil dan sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya.
B.Rumusan
Masalah
1.Manusia
sebagai makhluk sosial
2.Manusia
sebagai makhluk budaya
3.Definisi
makhluk sosial menurut para ahli
4.Cara
bermasyarakat manusia sebagai makhluk sosial
5.Fungsi dan
tugas manusia sebagai makhluk sosial
6.Peran
manusia sebagai makhluk sosial
7.Dinamika
interaksi sosial
8.Ciri-ciri
makhluk sosial
9.Perwujudan
di masyarakat sebagai makhluk yang berbudaya
10.Perubahan
sosial budaya
11.Faktor
yang mempengaruhi perubahan budaya
C.Tujuan Penulisan
Makalah ini dibuat untuk memenuhi
tugas mata kuliah Sost Skill dan untuk menambah wawasan kita tentang
“Manusia sebagai makhluk sosial” termasuk definisi, cara bermasyarakat, fungsi
dan tugasnya, peran, dinamika interaksi sosial, serta ciri-ciri makhluk sosial.
PEMBAHASAN
A.Manusia sebagai makhluk sosial
Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari
pengaruh orang lain. Ketika kita berada di suatu tempat kita harus tunduk dan
patuh terhadap peraturan dimana kita berada. Manusia dikatakan mahluk sosial
yaitu mahluk yang di dalam hidupnya tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh
manusia lain. Manusia dikatakan mahluk sosial, juga di karenakan pada diri
manusia ada dorongan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. Ada
kebutuhan sosial untuk hidup berkelompok dengan orang lain . seringkali didasari oleh kesamaan ciri atau
kepentingan masing-masing. Misalnya, orang kaya cenderung berteman dengan orang
kaya. Orang yang berprofesi sebagai artis, cenderung mencari teman sesama
artis.
Manusia dikatakan juga sebagai mahluk sosial karena
manusia tidak akan bisa hidup sebagai manusia jika tidak hidup di tengah-tengah
manusia. Ketika bayi lahir, ia memerlukan pertolongan manusia lain,Beda dengan
hewan, jerapah misalnya, ketika binatang ini lahir hanya dalam beberapa menit
saja ia sudah bisa berdiri tegak dan berjalan mengikuti induknya. Karena untuk
mempertahankan dirinya hewan di bekali insting. Insing atau naluri adalah
sesatu yang sejak lahir, yang diperoleh bukan memalui proses belajar.
B.Manusia Sebagai Makhluk Budaya
Manusia adalah mahluk berbudaya. Berbudaya merupakan
kelebihan manusia dibanding mahluk lain. Manusia adalah makhluk yang paling
sempurna bila dibanding dengan makhluk lainnya, mempunyai kewajiban dan
tanggung jawab untuk mengelola bumi. Oleh karena itu manusia harus menguasai
segala sesuatu yang berhubungan dengan kepemimpinannya di muka bumi disamping
tanggung jawab dan etika moral harus dimiliki, menciptakan nilai kebaikan,
kebenaran, keadilan dan tanggung jawab agar bermakna bagi kemanusiaan. Selain
itu manusia juga harus mendayagunakan akal budi untuk menciptakan kebahagiaan
bagi semua makhluk Tuhan.
Dengan berbudaya, manusia dapat memenuhi kebutuhan
dan menjawab tantangan hidupnya. Manusia menggunakan akal dan budinya dalam
berbudaya. Kebudayaan merupakan perangkat yang ampuh dalam sejarah kehidupan
manusia yang dapat berkembang dan dikembangkan melalui sikap-sikap budaya yang
mampumendukungnya.
Banyak pengertian tentang budaya atau kebudayaan.
Kroeber dan Kluckholn (1952) menginventarisasi lebih dari 160 definisi tentang
kebudayaan, namun pada dasarnya tidak terdapat perbedaan yang bersifat prinsip.
Konsep kebudayaan membantu dalam membandingkan
berbagai mahluk hidup. Isu yang sangat penting adalah kemampuan belajar. Lebah
melakukan aktifitasnya hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun
dalam bentuk yang sama. Setiap jenis lebah mempunyai pekerjaan yang khusus dan
melakukan kegiatannya secara kontinyu tanpa memperdulikan perubahan lingkungan
disekitarnya. Lebah pekerja terus sibuk mengumpulkan madu untuk koloninya.
Tingkah laku ini sudah terprogram dalam gen mereka yang berubah secara sangat
lambat dalam mengikuti perubahan lingkungan di sekitarnya. Perubahan tingkah
laku lebah akhirnya harus menunggu perubahan dalam gen. Hasilnya adalah
tingkah-laku lebah menjadi tidak fleksibel.
C.Definisi makhluk sosial menurut para ahli
Berikut ini adalah pengertian dan definisi makhluk
sosial menurut para ahli:
1.Dr. JOHANNES GARANG
Makhluk sosial adalah makhluk berkelompok dan tidak
mampu hidup menyendiri.
2.NANA
SUPRIATNA
Makhluk sosial adalah makhluk yang memiliki
kecenderungan menyukai dan membutuhkan kehadiran sesamanya sebagai kebutuhan
dasar yang disebut kebutuhan sosial (social needs).
3.WALUYO
Makhluk sosial adalah makhluk yang selalu
berinteraksi dengan sesamanya, saling membutuhkan satu sama lain.
4.ARISTOTELES
Makhluk sosial merupakan zoon politicon, yang
berarti menusia dikodratkan untuk hidup bermasyarakat dan berinteraksi satu
sama lain
5.MOMON
SUDARMA
Makhluk sosial merupakan makhluk yang dalam
kesehariannya sangat membutuhkan peran makhluk yang lainnya.
6.MUHAMMAD
ZUHRI
Makhluk sosial adalah makhluk yang tidak akan
sanggup hidup sedniri, selalu bergantung pada orang lain dan apa yang
dibutuhkannya dalam hidup juga dibutuhkan pula oleh orang lain.
7.DELIARNOV
Makhluk sosial adalah makhluk yang mustahil dapat
hidup sendiri serta membutuhkan sesamanya dalam melakukan aktivitas
sehari-hari.
8.LITURGIS
Makhluk sosial merupakan makhluk yang saling
berhubungan satu sama lain serta tidak dapat melepaskan diri dari hidup
bersama.
D.Fungsi dan tugas manusia sebagai makhluk sosial
Manusia sebagai makhluk sosial memili fungsi dan tugas yang harus
diembannya. Baik itu dalam masyarakat dan kemasyarakatan Selain itu, juga
fungsi dan tugasnya di masyarakat sebagai wadah yang memanusiakan seorang
pribadi manusia. Manusia sebagai makhluk sosial juga mengemban tugas dan funsi
dalam keluarga sebagai lingkungan sosial terkecil. Agar individu-individu
menjadi satu anggota keluarga untuk dapat menjadi manusia sebagai makhluk
sosial.
E.Peran manusia sebagai makhluk sosial
Sebagai mahluk hidup yang berada di muka bumi ini
keberadaan manusia adalah sebagai mahluk individu dan mahluk sosial, dalam
asrti manusia senantiasa tergantung dan atau berinteraksi dengan sesamanya.
Dengan demikian, maka dalam kehidupan lingkungan sosial manusia senantiasa
terkait dengan interaksi antara individu manusia, interaksi antar kelompok,
kehidupan sosial manusia dengan lingkungan hidup dan alam sekitarnya, berbagai
proses sosial dan interaksi sosial, dan berbagai hal yang timbul aktifitas manusia
seperti perubahan sosial. Secara sosial sebenarnya manusia merupakan mahluk
individu dan sosial yang mempunyai kesempatan yang sama dalam berbagai hidup
dan kehidupan dalam masyarakat. Artinya setiap individu manusia memiliki hak,
kewajiban dan kesempatan yang sama dalam menguasai sesuatu, misalnya
bersekolah, melakukan pekerjaan, bertanggung jawab dalam keluarga serta
berbagai aktivitas ekonomi, politik dan bahkan beragama.
Namun demikian, kenyataannya setiap individu tidak
dapat menguasai atau mempunyai kesempatan yang sama. AKibatnya, masing-masing
individu mempunyai peran dan kedudukan yang tidak sama atau berbeda. Banyak
faktor yang menyebabkan itu bisa terjadi, misalnya kondisi ekonomi (ada si
miskin dan si kaya), sosial (warga biasa dengan pak RT, dll), politik (aktivis
partai dengan rakyat biasa), budaya (jago tari daerah dengan tidak) bahkan
individu atau sekelompok manusia itu sendiri. Dengan kata lain, stratifikasi
sosial mulai muncul dan tampak dalam kehidupan masyarakat tersebut.
F.Ciri-ciri makhluk sosial
Sebagai manusia, kita semua adalah makhluk sosial.
Kita tidak akan sanggup hidup sendirian. Kita membutuhkan kehadiran orang lain
dalam menjalani hidup ini. Ciri-ciri utama manusia sebagai makhluk sosial
adalah hidup berbudaya, dalam arti hidup menggunakan akal budi dalam suatu
sistem nilai yang berlaku dalam kurun waktu tertentu. Hidup berbudaya tersebut
dapat meliputi filsafat, dalam arti pandangan hidup, politik, ilmu, teknologi,
komunikasi, ekonomi, sosial budaya, dan keamanan. Sekalipun manusia sebagai
makhluk individu dan makhluk sosial dapat dibedakan dalam arti hak dan
kewajibannya, tetapi keduanya tidak dapat dipisahkan. Hal ini dikarenakan
manusia merupakan bagian dari masyarakat. Hubungan manusia sebagai individu
dengan masyarakatnya terjalin dalam keselarasan, keserasian, dan keseimbangan.
Masing-masing individu diakui secara penuh harkat dan martabatnya dalam
mencapai kebahagiaan bersama. Keselarasan adalah keadaan yang menggambarkan
suasana yang tertib, teratur, aman, damai, sehingga akan timbul ketenteraman
lahir dan batin. Keselarasan tersebut akan terwujud apabila masing-masing unsur
tahu akan fungsi, tugas, hak, dan kewajibannya dengan melaksanakan tugas sesuai
dengan darmanya. Sedangkan keserasian adalah keadaan yang menggambarkan
terpadunya unsur-unsur yang terlibat dalam kehidupan bersama. Keseimbangan
adalah keadaan yang menggambarkan bahwa masing-masing unsur yang terlibat dalam
hidup bersama dan dalam hubungan bersama diperlakukan sepatutnya. Masing-masing
mendapatkan perlakuan sesuai dengan kodrat, harkat, martabat, tugas, hak, dan
kewajiban. Dengan terjadinya keseimbangan tersebut, maka akan tercipta
keadilan.
G.Perwujudan di masyarakat sebagai makhluk yang
berbudaya
Menurut JJ. Hogman dalam bukunya “The World of Man”
membagi budaya dalam tiga wujud yaitu: ideas, activities, dan artifacts.
Sedangkan Koencaraningrat, dalam buku “Pengantar Antropologi” menggolongkan
wujud budaya menjadi:
•
Sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma,
peraturan dan sebagainya
•
Sebagai suatu kompleks aktifitas serta tindakan berpola dari manusia
dalam masyarakat
•
Sebagai benda-benda hasil karya manusia.
Berdasarkan bentuknya, budaya dapat dibagi menjadi 2
yaitu budaya yang bersifat abstrak dan budaya yang bersifat konkret atau nyata:
1.Budaya yang bersifat abstrak, adalah budaya yang
tidak dapat dilihat secara kasat mata karena bearada dalam pemikiran manusia.
Contohnya yaitu ide, gagasan, cita-cita dan lain sebagainya.
2.Budaya yang bersifat konkret, adalah budaya yang
berpola dari tindakan atau peraturan dan aktivitas manusia di dalam masyarakat
yang dapat diraba, dilihat, diamati, disimpan atau diphoto. Koencaraningrat
menyebutkan sifat budaya dengan sistem sosial dan fisik, yang terdiri atas:
perilaku, bahasa dan materi.
•
Perilaku
Perilaku adalah cara bertindak atau bertingkah laku
dalam situasi tertentu. Setiap perilaku manusia dalam masyarakat harus
mengikuti pola-pola perilaku (pattern of behavior) masyarakatnya.
• Bahasa
Bahasa adalah sebuah sistem simbol-simbol yang
dibunyikan dengan suara (vokal) dan ditangkap dengan telinga (auditory). Ada
pula yang berpendapat bahwa bahasa adalah suatu perjanjian tidak tertulis yang
telah kita tandatangani dan berlaku seumur hidup. Dengan bahasa, manusia dapat
berkomunikasi satu sama lain sehingga manusia dapat saling bertukar pikiran
sehingga hasil dari pertukaran tersebut adalah budaya yang semakin kaya dan
kebudayaan yang berkembang dan semakin maju seiring dengan perkembangan zaman.
•
Materi
Budaya materi adalah hasil dari aktivitas atau
perbuatan manusia. Bentuk materi misalnya pakaian, perumahan, kesenian,
alat-alat rumah tangga, senjata, alat produksi, dan alat transportasi.
Substansi utama budaya adalah sistem pengetahuan,
pandangan hidup, kepercayaan, persepsi, dan etos kebudayaan. Tiga unsur yang
terpenting adalah sistem pengetahuan, nilai, dan pandangan hidup.
H.Perubahan Sosial Budaya
Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala
berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat.
Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang
terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai
dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan.
Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari
perubahan.
I.Faktor Yang Mempengaruhi Perubahan Sosial Budaya
Ada tiga faktor yang dapat memengaruhi perubahan
sosial budaya, yaitu :
1. tekanan
kerja dalam masyarakat.
2.
keefektifan komunikasi.
3. perubahan
lingkungan alam.
Perubahan budaya juga dapat timbul akibat timbulnya
perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan kontak dengan kebudayaan
lain. Sebagai contoh, berakhirnya zaman es
berujung pada ditemukannya sistem pertanian , dan kemudian memancing inovasi-inovasi baru
lainnya dalam kebudayaan.
sumber:http://fitrinajihatull.blogspot.co.id/2012/11/soft-skill-ilmu-sosial-dasar-manusia.html