Pada Bulan Maret 2020 awal, Indonesia memulai
perperangan untuk menghadapi pandemi Virus Corona (Virus Covid 19) yang mulai
masuk di Indonesia. Tentunya dengan masuknya pertama kali Virus Corona (Virus
Covid 19) di Indonesia akan memberikan dampak secara tidak langsung untuk
negara Indonesia yang paling terasa adalah dampak dari Perekonomian dari negera
Indonesia. Sebagai informasi, Virus Corona (Virus Covid 19) adalah penyakit
menular yang disebabkan oleh coronavirus yang paling baru ditemukan. Virus dan penyakit
baru ini tidak diketahui sebelum wabah dimulai di Wuhan, Cina, pada bulan
Desember 2019 dan masih berlangsung hingga saat ini. Bahkan pada bulan maret
WHO mengumumankan bahwa Virus Corona (Virus Covid 19) ini merupakan pandemi
global yang harus diselesaikan bersama-sama karena sudah meluas disetiap
negara. Pasalnya, virus corona telah menggangu mata rantai produksi industri
sehingga perputaran bisnis tak lancar, sementara kewajiban para pengusaha tetap
harus berjalan. Wakil Ketua Umum Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman
Simanjorang menyebut bukan tidak mungkin pengusaha tidak mampu membayar THR
sepenuhnya karena dampak corona atau covid-19 sudah sangat memukul sektor
usaha.
Di Indonesia sendiri, seiring dengan WFH juga
menunjukkan terjadi peningkatan konsumsi media pada platform seperti Facebook
atau Instagram dimana lebih dari 30% mengujungi Facebook dan 36% mengunjung
Instagram lebih sering dibandingkan biasanya. Secara dampak diperekonomian
Indonesia sendiri, salah satu faktor dari Virus Corona (Virus Covid 19)
menyebabkan kurs dollar terhadap rupiah meninggi hingga mencapat 16.000 / $US.
Bahkan laporan dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan terjadi
penurunan dalam beberapa minggu terkahir. Indeks Harga Saham Gabungan merupakan
salah satu indeks pasar saham yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia.
Sektor UMKM, adalah sektor yang paling pertama
terdampak wabah COVID-19. Berkaca pada krisis tahun 1998, sektor ini cenderung
aman. Namun, sekarang situasinya berbeda. “Sektor UMKM adalah sektor yang juga
terpukul. Padahal, selama ini biasanya menjadi safety net. Sekarang mengalami
pukulan yang sangat besar, karena adanya restriksi kegiatan ekonomi dan sosial
yang memengaruhi kemampuan UMKM, yang biasanya resilient, bisa menghadapi
kondisi. Tahun 97-98, justru UMKM masih resilience. Sekarang ini dalam COVID
ini, UMKM terpukul paling depan karena ketiadaan kegiatan di luar rumah oleh
seluruh masyarakat,” jelasnya.
Di sektor usaha lain Direktur Jenderal Perikanan Budi daya KKP Slamet
Soebjakto mengatakan, pandemi Global COVID 19 memang menjadi kekhawatiran
banyak pelaku usaha perikanan budi daya. Tetapi, dalam kondisi tersebut
Pemerintah akan terus hadir untuk mendampingi para pembudi daya ikan untuk bisa
melaksanakan produksi dengan baik.Salah satu komoditas yang tetap digenjot produksinya di tengah situasi sekarang, adalah udang vaname yang sudah menjadi andalan Indonesia untuk pasar ekspor. Khusus untuk udang, Indonesia sudah menargetkan peningkatan produksi sampai 250% pada 2024 mendatang.
Menurut Slamet, target tersebut bisa tercapai jika produksi udang bisa berjalan dengan normal di seluruh daerah, dalam berbagai situasi dan kondisi. Untuk itu, strategi yang sudah disiapkan agar tercapai target pada 2024, adalah dengan menggenjot produksi udang di hulu.
“Artinya kita perlu optimalisasi lahan tambak yang ada. Daerah-daerah di kawasan pantai selatan Jawa punya potensi besar untuk kita kembangkan menjadi sentral produksi udang. Namun, tentunya kita harus pertimbangkan daya dukung lingkungannya juga,” paparnya.
Tak cukup di situ, agar produksi bisa digenjot sebanyak mungkin, peta jalan untuk lima tahun ke depan juga sudah disiapkan oleh KKP. Peta jalan tersebut berisi strategi untuk menggenjot produksi udang secara nasional.
“Kami akan pastikan bahwa suplai benih dan juga ketersediaan pakan ikan terjamin dengan harga yang terjangkau di masyarakat,” pungkas Slamet.
Referensi:
- https://www.mongabay.co.id/2020/03/30/ini-strategi-lindungi-nelayan-dan-pembudi-daya-ikan-dari-dampak-wabah-covid-19/
- https://www.cnbcindonesia.com/market/20200331091721-17-148640/ini-dampak-mengerikan-covid-19-ke-industri-ri-thr-terancam
- https://www.suarasurabaya.net/ekonomibisnis/2020/dampak-covid-19-terhadap-ekonomi-global-2020/
- https://idcloudhost.com/menelusuri-bagaimana-dampak-virus-corona-covid-19-bagi-perekonomian-indonesia/
- https://www.voaindonesia.com/a/menkeu-dampak-covid-19-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-2020-bisa-minus-0-4-persen/5355838.html