Pembelajaran dan pengamatan
Pendidikan adalah suatu kegiatan
yang komplek dan menuntut penanganan untuk meningkatkan kualitasnya, baik yang
berupa menyeluruh maupun pada beberapa komponen tertentu karena dalam kegiatan
pembelajaran terdiri dari berbagai variable pokok yang saling berkaitan yaitu
kurikulum, guru, pembelajaran, dan peserta.
Dimana semua komponen ini bertujuan
untuk kepentingan peserta didik. Berdasarkan hal tersebut pendidik harus mampu
menggunakan model pembelajaran agar peserta didik dapat melakukan kegiatan
belajar. Hal ini dilatar belakangi bahwa beberapa peserta didik bukan hanya
sebagai objek tetapi juga merupakan subjek dalam pembelajaran.
Peserta didik harus disiapkan sejak
dini agar ia mampu untuk bersosialisasi dengan lingkungannya dan gerakan baru
sehingga berbagai jenis pembelajaran dapat digunakan oleh pendidik untuk
meningkatkan kualitas belajar dan mengajar, seperti cara guru mengajar dan cara
peserta didik belajar.
Dosen merupakan suatu profesi yang
sangat unik. Selain harus memiliki jiwa pengabdian yang tinggi ia juga memiliki
tanggung jawab yang besar pada masa depan peserta didik. Oleh karena itu, dosen
harus selalu belajar, baik untuk ilmu pengetahuan dan keterampilan
pembelajaran, maupun belajar memahami aspek psikologis kemanusiaan.
Seorang guru juga harus mampu
memahami bagaimana cara peserta didiknya belajar. Jika seorang guru telah mampu
menguasai teknik yang dapat meningkatan semangat keaktifan anak didiknya dalam
belajar, maka dunia pendidikan akan semakin efektif dan profesional.
Bentuk Pembelajaran:
1.METODE
CERAMAH
2.
METODE DISKUSI
3.
METODE DEMONSTRASI
4.
METODE CERAMAH PLUS
5.
METODE RESITASI
6.
METODE EKSPERIMENTAL
7.
METODE STUDY TOUR (KARYA WISATA)
8.
METODE LATIHAN KETERAMPILAN
9.
METODE PENGAJARAN BEREGU
10.
METODE PEER TEACHING
Pembelajaran INDUKTIF
Dalam teori probabilitas dan
statistika, Pengertian Teorema Bayes adalah teorema yang digunakan untuk
menghitung peluang dalam suatu hipotesis, Teorema bayes dikenalkan oleh ilmuan
yang bernama Bayes yang ingin memastikan keberadaan Tuhan dengan mencari fakta
di dunia yang menunjukan keberadaan Tuhan. Bayes mencari fakta keberadaan tuhan
didunia kemudian mengubahnya dengan nilai Probabilitas yang akan dibandingkan
dengan nilai Probabilitas. teorema ini juga merupakan dasar dari statistika
Bayes yang memiliki penerapan dalam ilmu ekonomi mikro, sains, teori permain,
hukum dan kedokteran.
Teorema Bayes akhirnya dikembangkan
dengan berbagai ilmu termasuk untuk penyelesaian masalah sistem pakar dengan
menetukan nilai probabilitas dari hipotesa pakar dan nilai evidence yang
didapatkan fakta yang didapat dari objek yang diagnosa. Teorama Bayes ini
membutuhkan biaya komputasi yang mahal karena kebutuhan untuk menghitung nilai
probabilitas untuk tiap nilai dari perkalian kartesius. penerapan Teorema Bayes
untuk mencari penerapan dinamakan inferens Bayes
Teori Dempster-Shafer ( DST )
merupakan teori matematika dari evidence. Teori tersebut dapat memberikan
sebuah cara untuk menggabungkan evidence dari beberapa sumber dan
mendatangkan/memberikan tingkat kepercayaan (direpresentasikan melalui fungsi
kepercayaan) dimana mengambil dari seluruh evidence yang tersedia. Teori
tersebut pertama kali dikembangkan oleh Arthur P. Dempster and Glenn
Shafer.
Dalam sebuah akal yang sempit, definisi teori Dempster-Shafer mengacu pada konsepsi original dari pada teori oleh Dempster dan Shafer. Bagaimanapun, merupakan sebuah teori yang biasa digunakan untuk mendefinisikan akal secara lebih luas dari beberapa pendekatan umum serupa, sebagaimana telah diadaptasi untuk beberapa jenis dari situasi. Pada situasi tertentu , banyak penulis telah menawarkan aturan berbeda untuk menggabungkan barang bukti, biasanya dengan melihat kembali dan menangani konflik barang bukti secara lebih baik.
Dalam sebuah akal yang sempit, definisi teori Dempster-Shafer mengacu pada konsepsi original dari pada teori oleh Dempster dan Shafer. Bagaimanapun, merupakan sebuah teori yang biasa digunakan untuk mendefinisikan akal secara lebih luas dari beberapa pendekatan umum serupa, sebagaimana telah diadaptasi untuk beberapa jenis dari situasi. Pada situasi tertentu , banyak penulis telah menawarkan aturan berbeda untuk menggabungkan barang bukti, biasanya dengan melihat kembali dan menangani konflik barang bukti secara lebih baik.
Pohon keputusan Pembelajaran
Pohon keputusan adalah salah satu
metode klasifikasi yang paling populer karena mudah untuk diinterpretasi oleh
manusia. Pohon keputusan adalah model prediksi menggunakan struktur pohon atau
struktur berhirarki. Konsep dari pohon keputusan adalah mengubah data menjadi
pohon keputusan dan aturan-aturan keputusan. Manfaat utama dari penggunaan
pohon keputusan adalah kemampuannya untuk mem-break down proses pengambilan
keputusan yang kompleks menjadi lebih simpel sehingga pengambil keputusan akan
lebih menginterpretasikan solusi dari permasalahan. Pohon Keputusan juga
berguna untuk mengeksplorasi data, menemukan hubungan tersembunyi antara
sejumlah calon variabel input dengan sebuah variabel target.
Pohon keputusan memadukan antara
eksplorasi data dan pemodelan, sehingga
sangat bagus sebagai langkah awal dalam proses pemodelan bahkan ketika
dijadikan sebagai model akhir dari beberapa teknik lain. Sering terjadi tawar
menawar antara keakuratan model dengan transparansi model. Dalam beberapa
aplikasi, akurasi dari sebuah klasifikasi atau prediksi adalah satu-satunya hal
yang ditonjolkan, misalnya sebuah perusahaan direct mail membuat sebuah model
yang akurat untuk memprediksi anggota mana yang berpotensi untuk merespon
permintaan, tanpa memperhatikan bagaimana atau mengapa model tersebut bekerja.
Pembelajaran ensemble
Sebuah pengklasifikasi ensemble
adalah himpunan beberapa pengklasifikasi, di mana keputusan dari tiap
pengklasifikasi dikombinasikan dengan suatu cara (pada umumnya menggunakan
voting dengan atau tanpa menggunakan bobot) untuk mengklasifikasikan data baru
(Dietterich, 2001).
Kerangka kerja dasar sebuah
ensemble. Pengklasifikasi ensemble tersebut dibuat dengan menggunakan data
pelatihan untuk membangun beberapa pengklasifikasi dasar yang kemudian
digabungkan untuk memperoleh hasil klasifikasi akhir.
Sebuah pengklasifikasi ensemble
akan menjadi pengklasifikasi yang efektif apabila memiliki tingkat akurasi
klasifikasi yang tinggi di mana masing-masing hasil prediksinya tidak saling
berkaitan (Bauer dan Kohavi, 1999).
Beberapa metode untuk membuat
ensemble, antara lain pelatihan pengklasifikasi dasar pada subset data
pelatihan yang berbeda (misalnya bagging dan boosting), penggunaan algoritma
pembelajaran yang berbeda, melakukan randomisasi, dan pelatihan pada feature
subset yang berbeda (Dietterich, 2001).
ppt:
https://drive.google.com/open?id=1g6O3KWSVncz6r8b9-GGm0TQ8I3cNZHn4
https://drive.google.com/open?id=1g6O3KWSVncz6r8b9-GGm0TQ8I3cNZHn4
Referensi :
https://sites.google.com/a/std.stei.itb.ac.id/sulhan/pembelajaran-mesin-lanjut/pembelajaran-pohon-keputusan-decision-tree
http://belajarpsikologi.com/macam-macam-metode-pembelajaran/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar